<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Personal Blog</title>
	<atom:link href="http://blog.stogom.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.stogom.net</link>
	<description>Tempat Curhat</description>
	<pubDate>Tue, 18 May 2010 15:09:52 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Suka Duka Latihan Kendo</title>
		<link>http://blog.stogom.net/2009/08/08/suka-duka-latihan-kendo/</link>
		<comments>http://blog.stogom.net/2009/08/08/suka-duka-latihan-kendo/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2009 15:45:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[General]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.stogom.net/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Terdampar di sebuah blogsite  tentang Kendo, aku jadi teringat dengan pengalamanku dengan olahraga beladiri yang satu ini (foto di kiri diambil pada saat latihan). Cukup membingungkan memang menentukan apakah Kendo itu olahraga atau bukan. Dalam bahasa jepang “DO” pada kata Kendo berarti “jalan”. Jadi Kendo berarti “jalan menuju pedang”. Semua yang mempunyai huruf “DO” [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terdampar di sebuah <a href="http://song5.blogspot.com/">blogsite </a> tentang Kendo, aku jadi teringat dengan pengalamanku dengan <del>olahraga</del> beladiri yang satu ini (foto di kiri diambil pada saat latihan). Cukup membingungkan memang menentukan apakah Kendo itu olahraga atau bukan. Dalam bahasa jepang “DO” pada kata Kendo berarti “jalan”. Jadi Kendo berarti “jalan menuju pedang”. Semua yang mempunyai huruf “DO” ini juga bermakna seperti itu, seperti: Aikido, Judo, Karatedo, Kyudo, dan lain-lain. Jadi, yang menjadi tujuan dari “DO-DO” ini adalah, pendisiplinan diri, sama seperti pertapa yang sedang bersemedi di atas gunung. Jadi tujuannya bukan untuk menentukan siapa yang kalah dan siapa yang menang seperti yang ada di pertandingan, yang identik dengan olahraga.</p>
<p>Ya sudahlah, biarkan saja masalah di atas, dalam tulisan ini, aku akan menggunakan kata “beladiri” saja untuk mendeskripsikan Kendo. 3 tahun latihan membuatku berhasil mendapatkan Dan 2 (<a rel="lightbox" href="http://stogom.net/profile/images/dan2.jpg">ini buktinya</a>^^v) .</p>
<p>And this is how it began…</p>
<p>Setelah selesai sekolah bahasa Jepang di Tokyo, aku pindah ke satu kota kecil di selatan Jepang bernama Yuge untuk meneruskan pendidikan kejuruan (D3). Hari pertama masuk sekolah, bermula dari ajakan seorang teman Jepang, aku pergi ke <em>Dojo*</em> untuk melihat-lihat. Berbeda dengan sewaktu di kelas, di sini aku disambut ramah. Inilah yang membuatku tidak bisa menolak untuk datang lagi besok harinya, dan besoknya lagi, dan besoknya lagi, sampai <del>tidak terasa</del> sedikit terasa waktu sudah berlalu 3 tahun.</p>
<p>Tentu banyak suka nya ikut klub ini. Dari yang kecil-kecil seperti aku sekarang bisa <em>Seiza*</em> dalam waktu yang lama. Selain itu, aku juga bisa berpergian ke banyak tempat, sebagian besar dalam rangka pertandingan, dengan biaya yang kecil. Sampai ke hal-hal yang cukup signifikan seperti badan menjadi sehat, banyak teman, dan juga merupakan tempat latihan bahasa Jepang. Selain itu, klub ini setiap tahunnya berpartisipasi dalam acara festival sekolah dengan menjual <em>Yaki Soba</em>. Acara-acara seperti ini cukup menyenangkan. Dan yang terakhir, pada saat kelulusan, aku mendapat karangan bunga dari junior-junior di klub^^v.</p>
<p><a rel="lightbox" href="http://www.stogom.net/blogs/fp-content/images/kendo2.jpg"><img src="http://www.stogom.net/blogs/fp-content/images/kendo2.jpg" alt="" /></a></p>
<p>Tetapi, duka nya lebih banyak lagi. Latihan Kendo di klub ini cukup berat. Minimal 5 kali seminggu, kalau sudah dekat dengan pertandingan, 6 atau bahkan 7 kali seminggu. Biasanya setiap kali latihan 2-3 jam. Setiap orang berpasang-pasangan, lalu bergantian menjadi yang memukul dan yang dipukul. Satu hal yang pasti, dua-dua nya tidak ada yang enak. Yang memukul biasanya lebih cape, dan yang dipukul biasanya sakit. Walaupun ada <em>Bogu*</em> yang melindungi kita, tapi tidak ada jaminan kalau teman kita itu akan memukul di tempat yang ada <em>Bogu</em> nya. Sering juga <em>Shinai*</em> nya menyasar di lengan dan leher.  Selain itu, kulit kaki juga sering mengelupas karena sering diseret, dalam Kendo disebut “<em>Suri Ashi</em>“.</p>
<p>Mengingat beratnya latihan Kendo di klub ini, dan entah berapa banyak kali aku ingin berhenti di tengah-tengah, aku cukup bangga dengan diriku sendiri karena bisa tahan sampai akhir, sampai pada saat lulus dari sekolah tersebut. Walaupun aku sempat berjanji pada diriku sendiri untuk tidak akan pernah lagi memasang <em>Bogu</em> lagi^^. Tapi, entah kenapa akhir-akhir ini aku jadi rindu lagi dengan suasana yang dulu. Mungkin kehidupan yang sangat statis dan penuh tekanan seperti saat ini yang membuat perasaan itu. Mou nigetai yo…..T-T</p>
<p><em>Dojo</em> : Tempat Latihan<br />
<em>Seiza</em>: Duduk bersimpuh<br />
<em>Yaki Soba</em>: Mie goreng<br />
<em>Bogu</em>: Alat pengaman yang dipasang di kepala, tangan, dan dada<br />
<em>Shinai</em>: Pedang bambu</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.stogom.net/2009/08/08/suka-duka-latihan-kendo/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Nomura Research Institute, A Leading Think-Tank and System Integrator in Japan</title>
		<link>http://blog.stogom.net/2009/08/08/nomura-research-institute-a-leading-think-tank-and-system-integrator-in-japan/</link>
		<comments>http://blog.stogom.net/2009/08/08/nomura-research-institute-a-leading-think-tank-and-system-integrator-in-japan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2009 15:43:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[General]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.stogom.net/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Pengalaman mencari kerja lainnya yang akan aku ceritakan kali ini adalah tentang satu perusahaan IT, Think Tank, dan System Integrator kepunyaan Jepang bernama Nomura Research Institute. Aku tidak akan lebih detail menceritakan perusahaan ini, disamping karena memang kurang tau. Detil tentang perusahaan ini dapat di lihat dari  berikut”.
Pertama kali aku mendengar tentang perusahaan ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengalaman mencari kerja lainnya yang akan aku ceritakan kali ini adalah tentang satu perusahaan IT, <em>Think Tank</em>, dan <em>System Integrator</em> kepunyaan Jepang bernama Nomura Research Institute. Aku tidak akan lebih detail menceritakan perusahaan ini, disamping karena memang kurang tau. Detil tentang perusahaan ini dapat di lihat dari <a href="http://www.nri.co.jp/english/"> berikut”</a>.</p>
<p>Pertama kali aku mendengar tentang perusahaan ini waktu aku mengunjungi suatu pameran kerja bulan November 2006. Siapa yang sangka, perusahaan ini lah yang akan menjadi tempat bekerja pertamaku.</p>
<p><strong>Entry Sheet dan Tes Tertulis</strong><br />
Seperti kebanyakan perusahaan-perusahaan lain, tahap pertama yang harus dilalui adalah mengisi formulir atau <em>entry sheet</em> yang dapat diakses dari internet. Setelah mengisi formulir ini, aku mendapatkan satu <em>account</em> yang akan dipergunakan untuk informasi-informasi selama proses seleksi. Pada entry sheet ini, kita diharuskan mengisi jenis pekerjaan yang diinginkan. Kalau tidak salah, ada 3 jenis pekerjaan: Consultant, Application Engineer, dan Technical Engineer. Aku mengisi Application Engineer dan Technical Engineer walaupun pada saat itu, aku sendiri tidak mengerti apa beda antara keduanya.</p>
<p>Setelah itu, aku diminta pergi ke <em>Test Center</em> untuk mengikuti tes SPI. Untuk yang sudah pernah mengikuti tes SPI sebelumnya di <em>Test Center</em>, tidak perlu mengikuti tes ini lagi. Hanya saja bagi yang kurang PD dengan nilai tes sebelumnya, lebih baik untuk mengikuti tes ini lagi. Tentu saja dengan persiapan yang lebih matang. Aku sendiri merasa agak lemah dalam tes ini, jadi tidak bisa memberikan tips-tips yang baik.</p>
<p><strong>Wawancara Pertama</strong><br />
Hasil tes tertulis ini diberitahukan lewat telpon dan juga diberitahukan secara tertulis melalui account pribadi kita. Aku sendiri tidak mendapatkan pemberitahuan melalui telpon, tapi melalui account tersebut. Kemudian aku menelpon ke HRD nya untuk mendapatkan jadwal wawancara.</p>
<p>Wawancara yang pertama adalah dengan orang dari bagian HRD. Wawancara yang berlangsung kurang lebih 30 menit ini, hanya menanyakan masalah-masalah general. Kegiatan selain kuliah, minat, apa yang ingin dilakukan kalau masuk perusahaan ini, dan sejenisnya. Aku <em>appeal</em> kepada mereka kalau aku juga tertarik dengan bagian keamanan komputer seperti tema risetku saat ini.</p>
<p><strong>Wawancara Kedua</strong><br />
Aku lulus wawancara pertama dan diminta datang untuk wawancara kedua, dengan jenis pekerjaan Technical Engineer di bagian keamanan komputer, NRI Secure Technologies (NRISecure).</p>
<p>Kali ini yang mewawancarai ada 3 orang dari NRISecure. Ketiga orang itu di kemudian hari baru aku ketahui adalah para “pembesar” (sekelas <em>Bucho</em>) di NRI. Mereka banyak bertanya mengenai teknis mengenai riset yang sedang aku kerjakan dan pengetahuan-pengetahuan tentang <em>Security</em>. Beruntung, salah satu mereka sepertinya kenal dengan Nakayama Sensei, pembimbing akademikku. Sehingga pembicaraan sedikit bisa teralihkan. Pertanyaan yang kurang dapat kujawab adalah pertanyaan tentang servis atau produk mereka. Aku memang sudah mempersiapkan diri sebelumnya dengan melihat homepage tentang NRISecure ini, tapi tentang produk dan servisnya, aku kurang tau juga. Jadilah aku <em>Ngecap</em> sekenanya, yaitu tentang produk mereka mengirim file dengan aman (dikemudian hari aku baru tau namanya CryptoBin). Hehehe..tebakannya benar juga.</p>
<p>Wawancara yang berlangsung kurang lebih 45 menit itu akhirnya berakhir juga. Dengan agak-agak kurang PD, aku pulang dan menunggu hasilnya. Hari berikutnya langsung ditelpon dari HRD NRI mengatakan aku diminta untuk datang wawancara terakhir.</p>
<p><strong>Wawancara Ketiga (Terakhir) </strong><br />
Wawancara terakhir ini dengan bagian HRD lagi, hanya berbeda dengan yang pertama, yang mewawancarai adalah “petinggi” di HRD. Sepertinya wawancara akhir ini hanya formalitas saja, meyakinkan kalau aku ingin benar-benar bekerja di perusahaan ini.</p>
<p>Pengumuman dari wawancara terakhir ini disampaikan melalui telfon 2 (atau 3 yah?) hari berikutnya. Alhamdulillah, diterima. Jadi mulai April 2008, kemungkinan aku bakalan kerja di perusahaan ini. Wish me luck! and for those who want to apply at this company, Good Luck!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.stogom.net/2009/08/08/nomura-research-institute-a-leading-think-tank-and-system-integrator-in-japan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Job Hunting di IBM Japan</title>
		<link>http://blog.stogom.net/2009/08/08/job-hunting-di-ibm-japan/</link>
		<comments>http://blog.stogom.net/2009/08/08/job-hunting-di-ibm-japan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2009 15:41:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[General]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.stogom.net/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Saya akan menceritakan pengalaman mencari kerja lainnya. Kali ini di perusahaan yang sudah banyak dikenal secara global, IBM. Kalau kita mendengar kata IBM maka yang akan terlintas di benak adalah personal komputer. Walaupun sebenarnya divisi komputer IBM telah dibeli oleh perusahaan Taiwan bernama Lenovo, entah mengapa image personal komputer tetap melekat erat pada perusahaan ini. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya akan menceritakan pengalaman mencari kerja lainnya. Kali ini di perusahaan yang sudah banyak dikenal secara global, IBM. Kalau kita mendengar kata IBM maka yang akan terlintas di benak adalah personal komputer. Walaupun sebenarnya divisi komputer IBM telah dibeli oleh perusahaan Taiwan bernama Lenovo, entah mengapa <em>image</em> personal komputer tetap melekat erat pada perusahaan ini. Tanpa mengenal perusahaan ini lebih dekat, saya mendaftar untuk mengikuti proses seleksi di perusahaan ini. Waktu mendaftar adalah sekitar pertengahan bulan Maret hingga awal April.</p>
<p><strong>Seleksi Dokumen</strong><br />
Seleksi pertama adalah seleksi dokumen. Kita hanya perlu mengisi beberapa pertanyaan singkat mengenai prestasi-prestasi yang pernah kita raih semasa sekolah, alasan mengapa memilih IBM, jenis pekerjaan yang dipilih dan alasan memilih pekerjaan itu. Pada tahap ini, kita diperbolehkan untuk memilih 2 jenis pekerjaan.</p>
<p>Saya lupa berapa persisnya jenis pekerjaan yang ditawarkan untuk <em>fresh graduate</em>. Hanya saja yang saya ingat ada beberapa yaitu:</p>
<ul>
<li>Marketing</li>
<li>System Engineer</li>
<li>Development Engineer</li>
<li>Researcher</li>
</ul>
<p>Saya memilih System Engineer (SE) karena saya merasa lebih cocok berada di “lapangan” langsung mengaplikasikan teknologi-teknologi yang sudah ada ke dalam sistem untuk mencapai tujuan bisnis tertentu. Dengan masuk ke dalam jenis pekerjaan ini, diharapkan di kemudian hari saya dapat mencapai target menjadi seorang <em>Project Manager</em> yang bertanggung jawab atas pembuatan dan pengaplikasian sistem di perusahaan klien.</p>
<p><strong>Seleksi Tertulis dan TOEIC</strong><br />
Lulus seleksi pertama (sepertinya hampir semua lulus di seleksi pertama), saya kemudian dipanggil untuk mengikuti tes kedua yaitu SPI (psikotes). Tes ini dilakukan di kantor IBM di Tokyo dan Osaka.</p>
<p>Terus terang saja, saya merasa agak lemah dalam bidang ini. Hanya sekitar kurang dari 60% jawaban yang terisi. Awalnya saya merasa pesimis untuk dapat lolos di tahap ini, tapi ternyata saya tetap dipanggil untuk mengikuti tahap berikutnya. Sepertinya bukan berapa jumlah soal yang dikerjakan yang menjadi masalah, tetapi [u]persentase soal yang benar dijawab per semua soal yang dijawab[/u]. Dan ujian ini akan menentukan jenis pekerjaan apa yang akan menjadi pilihan kita di tahap-tahap berikutnya.</p>
<p>Selain SPI, kita juga diharuskan mengikuti TOEIC (Test of English as International Communication). Bagi yang sudah pernah mengikuti tes ini tidak perlu mengikuti tes yang diselenggarakan oleh IBM, cukup mengumpulkan fotokopi kartu skor dari tes sebelumnya. Tes TOEIC yang diselenggarakan oleh IBM sendiri merupakan TOEIC-IP yang merupakan tes lokal. Pihak IBM tidak akan melaporkan berapa skor yang kita peroleh dalam tes tersebut. Karena itu, bagi yang penasaran berapa nilai TOEIC nya, saya sarankan untuk mengikuti tes ini di luar sebelum mendaftar IBM.</p>
<p><strong>Diskusi Grup</strong><br />
Lulus di seleksi tulis, saya dipanggil untuk mengikuti diskusi grup. Pada tes ini, 7-8 orang peserta dimasukkan dalam satu grup untuk memecahkan satu masalah. Pada waktu itu yang menjadi masalah adalah cara menjelaskan rute dari sebuah tempat ke tempat lain. Informasi-informasi, dalam bentuk kartu, yang berguna untuk memecahkan masalah ini dibagi ke semua anggota grup secara terpisah. Setiap anggota grup memegang 5-6 kartu yang tidak boleh diperlihatkan kepada anggota grup lainnya, tapi dia diperbolehkan untuk membacakan isi kartu ini kepada semua anggota grup.</p>
<p>Lagi-lagi grup saya kurang bagus dalam melakukan tugasnya. Kami tidak berhasil membuat peta yang memuaskan. Tetapi sepertinya bukan hasilnya yang dilihat, tetapi dalam proses berdiskusi ini, seberapa aktif kita dan seberapa besar kontribusi kita terhadap kelompok.<br />
<strong>Presentasi dan Wawancara</strong><br />
<em>Alhamdulillah</em>, saya lulus lagi di diskusi kelompok. Saya kemudian dipanggil untuk mengikuti tes berikutnya. Sebelumnya, peserta tes diwajibkan untuk menyiapkan maksimal 6 lembar slide <em>powerpoint</em> untuk melakukan 6 menit (kalau tidak salah) presentasi tentang apa-apa yang dilakukan pada masa kuliah.</p>
<p>Daya imajinasi diperlukan oleh orang-orang yang tidak terlalu banyak kegiatan semasa kuliah (seperti saya). Bukan berbohong, tetapi sedikit melebih-lebihkan (membesar-besarkan) apa yang kita kerjakan. Hal-hal yang bisa dinilai secara kuantitatif (berapa besar uang yang diperoleh, berapa besar nilai yang diperoleh, dan lain-lain) sepertinya memberikan nilai tambah dan daya jual tersendiri pada presentasi ini. Hal-hal yang saya tonjolkan pada presentasi ini adalah kemampuan menyelaraskan antara part-time job, sekolah, dan kegiatan berorganisasi (di PPI hiroshima). Untuk bumbu-bumbunya saya menyantumkan banyak kegiatan yang sebenarnya saya ikuti hanya secara kepanitiaan (tidak terjun aktif). Yah, untuk lebih lengkapnya, file yang saya pergunakan untuk tes ini dapat di download di [url=attachs/ibm4thstep.ppt]sini[/url].</p>
<p>Setelah presentasi, 2 interviewer bertanya sekilas tentang isi presentasi dan tentang hal-hal yang kita tulis dalam <em>entry sheet</em> pada tahap seleksi dokumen. Beruntung saya tidak ditanya hal-hal yang sulit dijawab hanya sekitar perencanaan masa depan.</p>
<p><strong>Wawancara Terakhir</strong><br />
Tes terakhir adalah wawancara dengan 2 “pembesar” (<em>Bucho</em>) di IBM Japan. Kedua orang ini berumur sekitar 50 tahun, satu orang dari Human Resource dan satu orang lagi seorang <em>Senior System Engineer</em>. Saya tidak tahu persis apakah ada orang yang gagal di tahap ini, tapi saya merasakan wawancara terakhir ini lebih seperti formalitas untuk bertemu dengan senior-senior di IBM. Wawancara yang kurang lebih 20 menit ini, lebih banyak didominasi oleh para senior untuk menjelaskan apa-apa yang dapat kita raih bila bekerja di perusahaan ini.</p>
<p><strong>Lain-lain</strong><br />
Sebelum ikut proses seleksi saya juga sempat mengikuti salah satu kegiatan pre-seleksi yang diadakan IBM guna memberikan informasi tentang perusahaan tersebut kepada mahasiswa (job-job hunter). Beberapa informasi informal yang saya dapat selama kegiatan tersebut:</p>
<ul>
<li>Bahasa inggris merupakan syarat untuk kenaikan posisi.</li>
<li>Banyak karyawan IBM yang berhenti dan masuk ke perusahaan-perusahaan lainnya dengan posisi dan gaji yang lebih baik. Itu menandakan bahwa prestise dan kemampuan karyawan-karyawan IBM diakui oleh banyak pihak.</li>
<li>Walaupun ini tergantung divisi kerja kita, tapi secara keseluruhan tidak terlalu banyak lembur.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.stogom.net/2009/08/08/job-hunting-di-ibm-japan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dilema Setiap Hari Jumat</title>
		<link>http://blog.stogom.net/2009/08/08/dilema-setiap-hari-jumat/</link>
		<comments>http://blog.stogom.net/2009/08/08/dilema-setiap-hari-jumat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2009 15:37:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Student Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.stogom.net/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Waktu sudah menunjukkan pukul 5 pagi. Hari ini hari Jumat, seperti biasa, hari ini aku akan bertemu dengan professor pembimbingku (Prof. Nakayama) untuk melaporkan kemajuan risetku minggu ini. Dan seperti Jumat-Jumat sebelumnya, pekerjaan yang intensif baru dimulai hari sebelumnya. Yang tentu saja itu berarti aku tidak bisa tidur malam ini. Kadang, walaupun jarang sekali, aku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu sudah menunjukkan pukul 5 pagi. Hari ini hari Jumat, seperti biasa, hari ini aku akan bertemu dengan professor pembimbingku (<a href="http://nashi.nc.u-tokyo.ac.jp/nakayama-e.html">Prof. Nakayama</a>) untuk melaporkan kemajuan risetku minggu ini. Dan seperti Jumat-Jumat sebelumnya, pekerjaan yang intensif baru dimulai hari sebelumnya. Yang tentu saja itu berarti aku tidak bisa tidur malam ini. Kadang, walaupun jarang sekali, aku kagum kepada diriku sendiri yang bisa melakukan kerja dengan hasil yang ‘gak malu-maluin banget’ dalam waktu yang singkat. Ya itu tadi, cuma satu malam. Lalu aku berpikir, kalau satu malam aja bisa kayak begini, tentu progresnya akan lebih baik lagi kalau aku kerjakan secara intensif selama satu minggu.</p>
<p>Yossh! semangat itu muncul kembali. Aku bertekad untuk lebih giat. Sehabis <em>weekly meeting</em> dengan <em>Sensei</em>, aku akan bekerja lebih keras lagi. Semua masukan-masukan dari <em>Sensei</em> akan aku lakukan, dan Jumat depan aku bertekad memberikan laporan yang lebih solid. Tunggu saja minggu depan, <em>Sensei</em>, batinku.</p>
<p>Meeting yang hanya berlangsung 2 jam itu terasa lama sekali. Padahal awalnya aku yakin bisa menyelesaikan laporan itu dalam 15 menit. Lah cuma dikerjakan satu malam kok. Setiap kali meeting dengan Beliau, aku semakin kagum padanya. Bukan hanya kepintaran dan cara berpikirnya yang logis (kalau itu sih sudah pasti, dosen di Todai gitu loh), tapi kebaikannya yang luar biasa (teman Jepangku bahkan menjulukinya sebagai The Living Budha). Aku sangat yakin beliau mengerti betul kualitas kerjaku itu, tapi toh tidak pernah marah, dan tetap berusaha memotivasi dengan kata-kata yang enak:”Banyak waktu untuk riset itu langka loh, paling cuma bisa sekarang sebelum kerja”, “Ayo, waktunya jangan disia-siakan, sudah mau lulus kan”, dan lain-lain.</p>
<p>Selesai meeting, Beliau selalu memberikan masukan-masukan untuk kerja satu minggu ke depan, kali ini adalah mencari paper lain yang bisa mensupport pekerjaanku minggu ini. Aku kembali ke ruanganku, menarik nafas dalam-dalam, mencoba mengatur ulang apa-apa yang harus aku kerjakan.</p>
<p>Setelah itu, aku mulai mencek apakah ada email baru yang datang. Inilah awal dari semua petaka. Tak puas hanya mencek email di satu <em>account</em>, aku lalu mencek imel di semua imel, melihat ada berita baru apa di antara teman-temanku melalui <em>social network site</em><em> seperti Friendster, Facebook, dan Mixi. Kemudian semakin parah lagi, aku mulai mencek strip-strip komik baru di <a href="http://www.phdcomics.com/">www.phdcomics.com</a>, kemudian melihat video-video baru di <a href="http://www.youtube.com/">youtube</a>, <a>nico-nico douga</a> dan lain-lain…. fiuhh.. susah yah jadi mahasiswa yang mandiri.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.stogom.net/2009/08/08/dilema-setiap-hari-jumat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Wawancara Kerja di Google Japan</title>
		<link>http://blog.stogom.net/2009/03/02/test/</link>
		<comments>http://blog.stogom.net/2009/03/02/test/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2009 16:02:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Job Hunting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.stogom.net/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Aku memulai job hunting sekitar bulan desember waktu Master tingkat I. Dibandingkan teman-teman se-angkatan, waktu seperti ini tergolong cepat, di mana teman-teman biasanya baru mulai “bergerak” sekitar bulan februari atau maret. Mungkin ini disebabkan karena sebagian besar teman-teman sudah menentukan bidang apa yang ingin digeluti di dunia kerja nanti. Sedangkan aku sendiri pada saat itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku memulai <em>job hunting</em> sekitar bulan desember waktu Master tingkat I. Dibandingkan teman-teman se-angkatan, waktu seperti ini tergolong cepat, di mana teman-teman biasanya baru mulai “bergerak” sekitar bulan februari atau maret. Mungkin ini disebabkan karena sebagian besar teman-teman sudah menentukan bidang apa yang ingin digeluti di dunia kerja nanti. Sedangkan aku sendiri pada saat itu masih bingung, apakah akan tetap terus di bidang IT seperti sekarang, atau lebih ke arah bisnis atau manajemen atau yang lainnya.</p>
<p><strong> Jenis Pekerjaan </strong><br />
Salah satu pengalaman menarik adalah <em>job interview</em> di Google. Untuk <em>fresh graduate</em> ada 2 jenis pekerjaan yang ditawarkan.</p>
<ul style="list-style-type: disc;">
<li>Software Engineer : Tidak perlu dijelaskan lagi, tugas utamanya adalah membuat program.</li>
<li>Associate Product Manager : Merupakan persiapan untuk menjadi <em>product manager</em> yang bertugas mengatur <em>release</em> suatu produk. Bekerja sama dengan (atau lebih tepat me-manage)  para <em>engineer</em> lainnya untuk memenuhi quota suatu produk.</li>
</ul>
<p>Lebih lengkapnya dapat ditemui di <a href="http://www.google.co.jp/support/jobs/bin/answer.py?answer=52143" target="new"> sini </a>.</p>
<p>Seperti perusahaan-perusahaan asing lainnya, rekrutmen karyawan di Google tergolong cepat. Pendaftaran diadakan sepanjang bulan Januari dengan . Dan hanya yang lulus seleksi dokumen ini saja yang kemudian dipanggil untuk proses seleksi berikutnya, yaitu wawancara. Seleksi dokumen ini bisa dikatakan sangat ketat, terlebih lagi untuk jenis pekerjaan Software Engineer yang memang merupakan lambang dari Google itu sendiri.</p>
<p>Aku memilih Associate Product Manager karena aku merasa akan dapat lebih belajar, tidak hanya mengenai komputer, tapi juga mengenai bisnis dan manajemen. Selain itu kemampuan berkomunikasi akan lebih meningkat pesat karena seorang <em>Product Manager</em> akan sering melakukan komunikasi tidak hanya dengan para <em>engineer</em> di group nya, tapi juga dengan <em>engineer</em> lainnya di Google pusat yang berlokasi di Amerika.</p>
<p><strong> Seleksi Dokumen </strong></p>
<p>Singkat kata, aku mengirimkan CV dan sebuah essay singkat (sebagai referensi essay yang aku kirim dapat dilihat di <a href="http://www.stogom.net/blogs/fp-content/attachs/essay.doc">sini</a>) yang merupakan persyaratan untuk mendaftar pekerjaan tersebut. Alhamdulillah, aku lulus seleksi dokumen ini dan dipanggil untuk maju ke babak selanjutnya. Sebelum masuk ke proses seleksi, semua siswa yang sudah lulus seleksi dokumen dipanggil (walaupun sebenarnya tidak wajib datang) untuk mendapatkan pengenalan lebih lanjut mengenai perusahaan ini. Pada tanggal 24 februari 2007, aku pergi ke kantor Google yang berlokasi di Shibuya. Hampir sekitar 80 orang siswa datang di sesi ini, dan sekitar 15 orang di antaranya merupakan sainganku untuk pekerjaan <em>Associate Product Manager</em>. Oh iya, sebagai saran, untuk yang juga akan menghadiri sesi serupa di Google, sebaiknya datanglah dengan memakai baju biasa (bukan jas). Dan bukan hanya sesi perkenalan seperti ini, semua proses seleksi, seperti wawancara pun sebaiknya memakai baju biasa.</p>
<p><strong>Wawancara I</strong></p>
<p>Seminggu berikutnya karyawan Google menginformasikan tentang wawancara dijadwalkan pada tanggal 9 Maret 2007. Pada tahapan wawancara pertama ini, aku bertemu dengan 2 orang <em>Product Manager</em> di Google secara terpisah. Masing-masing melakukan wawancara selama 30 menit. <em>Interviewer</em> pertama menggunakan bahasa inggris, dan <em>Interviewer</em> kedua menggunakan bahasa jepang. Di samping perkenalan diri, jenis-jenis pertanyaannya di kedua wawancara ini sedikit berbeda.</p>
<p>Di wawancara pertama (yang menggunakan bahasa Inggris), aku dimintai pendapat tentang produk seperti apa yang cocok untuk konsumen yang menggunakan <em>handphone</em>, seperti apa <em>user interface</em> yang menarik untuk merealisasikan produk ini, bagaimana cara mendapatkan data yang diperlukan, dan lain-lain. Kalau ingatanku masih baik, jawabanku adalah menghubungkan GPS dengan <em>keyword</em> yang dimasukkan oleh <em>user</em>. Misalnya si A sekarang sedang berada di Shibuya lalu memasukkan “終電” (jadwal kereta terakhir) melalui Google, A akan langsung mendapatkan jam terakhir kereta yang berangkat dari stasiun Shibuya. Inti jawabannya hanya demikian, tapi <em>Interviewer</em> sangat mendukung kita untuk terus mengeluarkan ide dengan pertanyaan-pertanyaan interaktif. Seolah-olah bukan sedang mengikuti wawancara, tapi seperti sedang benar-benar merencanakan pembuatan produk tersebut. Aku pribadi cukup puas dengan hasil jawabanku pada saat itu. Entah mengapa, aku menjadi lebih “cemerlang”.</p>
<p>Di wawancara kedua (yang menggunakan bahasa Jepang), aku ditanya mengenai riset yang sedang aku kerjakan. Walau sebenarnya risetku pada saat itu belum benar-benar fokus, aku rasa aku menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai riset ini dengan cukup baik. Lalu dilanjutkan dengan pertanyaan mengenai pengetahuanku tentang produk-produk Google, produk favoritku, dan ide apakah yang kita punya untuk mengembangkan produk tersebut. Aku menjawab “Google Desktop” dan si pewawancara langsung mengatakan bahwa beliau sendiri turut serta dalam pengembangan produk itu. Untung aku sudah menyiapkan jawaban untuk pertanyaan ini.</p>
<p>Pertanyaan terakhir dari pewawancara kedua ini adalah pertanyaan logika. “Berapa banyak paket HTTP yang terjadi di Jepang selama satu hari”, demikian pertanyaannya. Aku pernah beberapa kali membaca buku tentang jenis pertanyaan-pertanyaan seperti ini, karena itu aku menjawab saja dengan penuh percaya diri; penduduk Jepang sekian, persentase pengguna internet sekian, satu hari rata-rata penggunaan internet sekian jam, untuk membaca satu halaman web diperlukan sekian menit, dan seterusnya. Satu hal yang aku lupa, aku menganggap satu halaman web itu satu paket HTTP. Padahal sebagai seorang mahasiswa di bidang komputer, aku harusnya memberikan penjelasan tambahan bahwa satu paket HTTP itu sekian byte, dan rata-rata satu halaman web itu memerlukan sekian paket. Mungkin pewawancara juga mengharapkan jawaban yang sama.</p>
<p><strong> Wawancara II </strong><br />
2 hari kemudian, karyawan Google menghubungiku kembali untuk melanjutkan proses seleksi. Aku berhasil maju ke babak selanjutnya.Yay!</p>
<p>Wawancara II dilaksanakan seminggu berikutnya, pada tanggal 15 Maret 2007. Aku bertemu dengan seorang <em> Product Manager</em> senior. Wawancara ini dilakukan dalam bahasa Jepang selama kurang lebih 50 menit. Pertanyaan-pertanyaannya gabungan antara pertanyaan-pertanyaan dari 2 pewawancara sebelumnya. Yang aku masih ingat antara lain: Metode apakah yang sebaiknya dilakukan Google untuk dapat mengalahkan Yahoo di bidang <em>search engine</em> untuk mobile device, Di samping itu aku juga mendapatkan pertanyaan-pertanyaan teknis: bagaimana cara kerja search engine, pengetahuan di bidang <em>character code</em>, dan satu lagi membuat program <em>internationalization</em> dari program sederhana seperti program yang menampilkan “hello world” dengan berbagai bahaasa sesuai dengan <em>environment</em> dari sistem operasi.</p>
<p>Dari 3 pertanyaan teknis tersebut, hanya cara kerja search engine yang aku rasa aku dapat jawab dengan baik. Untuk pertanyaan kedua, pada saat itu aku bahkan tidak tahu apa hubungan antara UTF-8 dengan Unicode. Dan pertanyaan terakhir, aku hanya mengemukakan ide tentang membuat file terpisah dari program dengan format seperti di bawah.</p>
<pre class="c-sharp">LANG_PARAM,"TEXT"</pre>
<p>Untuk contoh di atas misalnya:</p>
<pre class="c-sharp">EN,"Hello World"
JP,"こんにちは世界"
INA,"Halo Dunia"
...
</pre>
<p>Lalu program mencocokkan parameter di sistem operasi dengan salah satu yang ada di file tersebut dan menampilkan kata di sebelahnya. Sepertinya program seperti itu sederhana, hanya saja waktu itu aku sangat gugup sehingga tidak dapat menyelesaikan program tersebut dengan baik.</p>
<p>Lalu pertanyaan terakhir adalah pertanyaan logika (lagi). Kali ini pertanyaannya adalah berapakah jumlah mobil yang ada di Jepang. Seperti biasa aku menjawab melalui pendekatan jumlah penduduk, jumlah keluarga, dan rata-rata satu keluarga dengan satu mobil. Dan lagi-lagi di sini aku lupa mengenai mobil diluar mobil keluarga, seperti bus-bus dan mobil-mobil perusahaan. Satu kesalahan fatal (sepertinya). Kurang puas dengan pendekatan jumlah penduduk, pewawancara memintaku untuk memikirkan jawaban dengan pendekatan lain. Sambil gugup, aku menjawab dengan pendekatan perusahaan pembuat mobil seperti Toyota, Honda, Nissan, Mazda, dan lain-lain, setiap tahunnya membuat sekian jumlah mobil untuk pasar Jepang. Lalu tiap orang, mengganti mobil sekian tahun sekali, sehingga rata-rata per-tahun ada sekian jumlah mobil di Jepang. Hmm… sepertinya bukan suatu pendekatan yang baik, bukan?</p>
<p>Dan seperti yang sudah diduga, aku tidak dapat maju ke tahap selanjutnya, yaitu wawancara dengan satu atau dua orang <em>Product Manager</em> dari Google pusat.</p>
<p><strong>Saran-Saran</strong><br />
Untuk yang ingin mencoba tes di Google, berikut saran-saran yang mungkin baik untuk dilakukan:</p>
<ul style="list-style-type: disc;">
<li>Sedini mungkin mengenal produk-produk Google, dan memikirkan beberapa ide yang original untuk pengembangan produk tersebut. Tidak perlu khawatir ide ini tidak dapat diimplementasikan atau tidak, yang mereka nilai adalah kemampuan berpikir saja kok.</li>
<li>Persiapkan pengetahuan-pengetahuan umum di bidang internet, search engine, web programming, dan sejenisnya.</li>
<li>Santai waktu menjalani wawancara, gugup menandakan kita kurang percaya diri dan kurang tahan terhadap tekanan yang merupakan nilai minus terhadap kita.</li>
<li>Persiapkan pertanyaan-pertanyaan yang berbobot dan kritis untuk ditanyakan di setiap wawancara, karena di setiap akhir sesi wawancara, kita akan diberikan waktu untuk bertanya.</li>
</ul>
<ul>Well, good luck then!</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.stogom.net/2009/03/02/test/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
