Suka Duka Latihan Kendo

August 8th, 2009 General

Terdampar di sebuah blogsite tentang Kendo, aku jadi teringat dengan pengalamanku dengan olahraga beladiri yang satu ini (foto di kiri diambil pada saat latihan). Cukup membingungkan memang menentukan apakah Kendo itu olahraga atau bukan. Dalam bahasa jepang “DO” pada kata Kendo berarti “jalan”. Jadi Kendo berarti “jalan menuju pedang”. Semua yang mempunyai huruf “DO” ini juga bermakna seperti itu, seperti: Aikido, Judo, Karatedo, Kyudo, dan lain-lain. Jadi, yang menjadi tujuan dari “DO-DO” ini adalah, pendisiplinan diri, sama seperti pertapa yang sedang bersemedi di atas gunung. Jadi tujuannya bukan untuk menentukan siapa yang kalah dan siapa yang menang seperti yang ada di pertandingan, yang identik dengan olahraga.

Ya sudahlah, biarkan saja masalah di atas, dalam tulisan ini, aku akan menggunakan kata “beladiri” saja untuk mendeskripsikan Kendo. 3 tahun latihan membuatku berhasil mendapatkan Dan 2 (ini buktinya^^v) .

And this is how it began…

Setelah selesai sekolah bahasa Jepang di Tokyo, aku pindah ke satu kota kecil di selatan Jepang bernama Yuge untuk meneruskan pendidikan kejuruan (D3). Hari pertama masuk sekolah, bermula dari ajakan seorang teman Jepang, aku pergi ke Dojo* untuk melihat-lihat. Berbeda dengan sewaktu di kelas, di sini aku disambut ramah. Inilah yang membuatku tidak bisa menolak untuk datang lagi besok harinya, dan besoknya lagi, dan besoknya lagi, sampai tidak terasa sedikit terasa waktu sudah berlalu 3 tahun.

Tentu banyak suka nya ikut klub ini. Dari yang kecil-kecil seperti aku sekarang bisa Seiza* dalam waktu yang lama. Selain itu, aku juga bisa berpergian ke banyak tempat, sebagian besar dalam rangka pertandingan, dengan biaya yang kecil. Sampai ke hal-hal yang cukup signifikan seperti badan menjadi sehat, banyak teman, dan juga merupakan tempat latihan bahasa Jepang. Selain itu, klub ini setiap tahunnya berpartisipasi dalam acara festival sekolah dengan menjual Yaki Soba. Acara-acara seperti ini cukup menyenangkan. Dan yang terakhir, pada saat kelulusan, aku mendapat karangan bunga dari junior-junior di klub^^v.

Tetapi, duka nya lebih banyak lagi. Latihan Kendo di klub ini cukup berat. Minimal 5 kali seminggu, kalau sudah dekat dengan pertandingan, 6 atau bahkan 7 kali seminggu. Biasanya setiap kali latihan 2-3 jam. Setiap orang berpasang-pasangan, lalu bergantian menjadi yang memukul dan yang dipukul. Satu hal yang pasti, dua-dua nya tidak ada yang enak. Yang memukul biasanya lebih cape, dan yang dipukul biasanya sakit. Walaupun ada Bogu* yang melindungi kita, tapi tidak ada jaminan kalau teman kita itu akan memukul di tempat yang ada Bogu nya. Sering juga Shinai* nya menyasar di lengan dan leher. Selain itu, kulit kaki juga sering mengelupas karena sering diseret, dalam Kendo disebut “Suri Ashi“.

Mengingat beratnya latihan Kendo di klub ini, dan entah berapa banyak kali aku ingin berhenti di tengah-tengah, aku cukup bangga dengan diriku sendiri karena bisa tahan sampai akhir, sampai pada saat lulus dari sekolah tersebut. Walaupun aku sempat berjanji pada diriku sendiri untuk tidak akan pernah lagi memasang Bogu lagi^^. Tapi, entah kenapa akhir-akhir ini aku jadi rindu lagi dengan suasana yang dulu. Mungkin kehidupan yang sangat statis dan penuh tekanan seperti saat ini yang membuat perasaan itu. Mou nigetai yo…..T-T

Dojo : Tempat Latihan
Seiza: Duduk bersimpuh
Yaki Soba: Mie goreng
Bogu: Alat pengaman yang dipasang di kepala, tangan, dan dada
Shinai: Pedang bambu


One Response to “Suka Duka Latihan Kendo”

  • shun [ 06Sep09]

    wah pindah sini y…
    :)
    salam dari sesama kendoka.

    btw ga latian lagi mas?

     

Leave a Reply







XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>