Saya akan menceritakan pengalaman mencari kerja lainnya. Kali ini di perusahaan yang sudah banyak dikenal secara global, IBM. Kalau kita mendengar kata IBM maka yang akan terlintas di benak adalah personal komputer. Walaupun sebenarnya divisi komputer IBM telah dibeli oleh perusahaan Taiwan bernama Lenovo, entah mengapa image personal komputer tetap melekat erat pada perusahaan ini. Tanpa mengenal perusahaan ini lebih dekat, saya mendaftar untuk mengikuti proses seleksi di perusahaan ini. Waktu mendaftar adalah sekitar pertengahan bulan Maret hingga awal April.
Seleksi Dokumen
Seleksi pertama adalah seleksi dokumen. Kita hanya perlu mengisi beberapa pertanyaan singkat mengenai prestasi-prestasi yang pernah kita raih semasa sekolah, alasan mengapa memilih IBM, jenis pekerjaan yang dipilih dan alasan memilih pekerjaan itu. Pada tahap ini, kita diperbolehkan untuk memilih 2 jenis pekerjaan.
Saya lupa berapa persisnya jenis pekerjaan yang ditawarkan untuk fresh graduate. Hanya saja yang saya ingat ada beberapa yaitu:
- Marketing
- System Engineer
- Development Engineer
- Researcher
Saya memilih System Engineer (SE) karena saya merasa lebih cocok berada di “lapangan” langsung mengaplikasikan teknologi-teknologi yang sudah ada ke dalam sistem untuk mencapai tujuan bisnis tertentu. Dengan masuk ke dalam jenis pekerjaan ini, diharapkan di kemudian hari saya dapat mencapai target menjadi seorang Project Manager yang bertanggung jawab atas pembuatan dan pengaplikasian sistem di perusahaan klien.
Seleksi Tertulis dan TOEIC
Lulus seleksi pertama (sepertinya hampir semua lulus di seleksi pertama), saya kemudian dipanggil untuk mengikuti tes kedua yaitu SPI (psikotes). Tes ini dilakukan di kantor IBM di Tokyo dan Osaka.
Terus terang saja, saya merasa agak lemah dalam bidang ini. Hanya sekitar kurang dari 60% jawaban yang terisi. Awalnya saya merasa pesimis untuk dapat lolos di tahap ini, tapi ternyata saya tetap dipanggil untuk mengikuti tahap berikutnya. Sepertinya bukan berapa jumlah soal yang dikerjakan yang menjadi masalah, tetapi [u]persentase soal yang benar dijawab per semua soal yang dijawab[/u]. Dan ujian ini akan menentukan jenis pekerjaan apa yang akan menjadi pilihan kita di tahap-tahap berikutnya.
Selain SPI, kita juga diharuskan mengikuti TOEIC (Test of English as International Communication). Bagi yang sudah pernah mengikuti tes ini tidak perlu mengikuti tes yang diselenggarakan oleh IBM, cukup mengumpulkan fotokopi kartu skor dari tes sebelumnya. Tes TOEIC yang diselenggarakan oleh IBM sendiri merupakan TOEIC-IP yang merupakan tes lokal. Pihak IBM tidak akan melaporkan berapa skor yang kita peroleh dalam tes tersebut. Karena itu, bagi yang penasaran berapa nilai TOEIC nya, saya sarankan untuk mengikuti tes ini di luar sebelum mendaftar IBM.
Diskusi Grup
Lulus di seleksi tulis, saya dipanggil untuk mengikuti diskusi grup. Pada tes ini, 7-8 orang peserta dimasukkan dalam satu grup untuk memecahkan satu masalah. Pada waktu itu yang menjadi masalah adalah cara menjelaskan rute dari sebuah tempat ke tempat lain. Informasi-informasi, dalam bentuk kartu, yang berguna untuk memecahkan masalah ini dibagi ke semua anggota grup secara terpisah. Setiap anggota grup memegang 5-6 kartu yang tidak boleh diperlihatkan kepada anggota grup lainnya, tapi dia diperbolehkan untuk membacakan isi kartu ini kepada semua anggota grup.
Lagi-lagi grup saya kurang bagus dalam melakukan tugasnya. Kami tidak berhasil membuat peta yang memuaskan. Tetapi sepertinya bukan hasilnya yang dilihat, tetapi dalam proses berdiskusi ini, seberapa aktif kita dan seberapa besar kontribusi kita terhadap kelompok.
Presentasi dan Wawancara
Alhamdulillah, saya lulus lagi di diskusi kelompok. Saya kemudian dipanggil untuk mengikuti tes berikutnya. Sebelumnya, peserta tes diwajibkan untuk menyiapkan maksimal 6 lembar slide powerpoint untuk melakukan 6 menit (kalau tidak salah) presentasi tentang apa-apa yang dilakukan pada masa kuliah.
Daya imajinasi diperlukan oleh orang-orang yang tidak terlalu banyak kegiatan semasa kuliah (seperti saya). Bukan berbohong, tetapi sedikit melebih-lebihkan (membesar-besarkan) apa yang kita kerjakan. Hal-hal yang bisa dinilai secara kuantitatif (berapa besar uang yang diperoleh, berapa besar nilai yang diperoleh, dan lain-lain) sepertinya memberikan nilai tambah dan daya jual tersendiri pada presentasi ini. Hal-hal yang saya tonjolkan pada presentasi ini adalah kemampuan menyelaraskan antara part-time job, sekolah, dan kegiatan berorganisasi (di PPI hiroshima). Untuk bumbu-bumbunya saya menyantumkan banyak kegiatan yang sebenarnya saya ikuti hanya secara kepanitiaan (tidak terjun aktif). Yah, untuk lebih lengkapnya, file yang saya pergunakan untuk tes ini dapat di download di [url=attachs/ibm4thstep.ppt]sini[/url].
Setelah presentasi, 2 interviewer bertanya sekilas tentang isi presentasi dan tentang hal-hal yang kita tulis dalam entry sheet pada tahap seleksi dokumen. Beruntung saya tidak ditanya hal-hal yang sulit dijawab hanya sekitar perencanaan masa depan.
Wawancara Terakhir
Tes terakhir adalah wawancara dengan 2 “pembesar” (Bucho) di IBM Japan. Kedua orang ini berumur sekitar 50 tahun, satu orang dari Human Resource dan satu orang lagi seorang Senior System Engineer. Saya tidak tahu persis apakah ada orang yang gagal di tahap ini, tapi saya merasakan wawancara terakhir ini lebih seperti formalitas untuk bertemu dengan senior-senior di IBM. Wawancara yang kurang lebih 20 menit ini, lebih banyak didominasi oleh para senior untuk menjelaskan apa-apa yang dapat kita raih bila bekerja di perusahaan ini.
Lain-lain
Sebelum ikut proses seleksi saya juga sempat mengikuti salah satu kegiatan pre-seleksi yang diadakan IBM guna memberikan informasi tentang perusahaan tersebut kepada mahasiswa (job-job hunter). Beberapa informasi informal yang saya dapat selama kegiatan tersebut:
- Bahasa inggris merupakan syarat untuk kenaikan posisi.
- Banyak karyawan IBM yang berhenti dan masuk ke perusahaan-perusahaan lainnya dengan posisi dan gaji yang lebih baik. Itu menandakan bahwa prestise dan kemampuan karyawan-karyawan IBM diakui oleh banyak pihak.
- Walaupun ini tergantung divisi kerja kita, tapi secara keseluruhan tidak terlalu banyak lembur.










kak, nanya dong..
test IBM kayak gitu kira2 berlaku di semua negara atau di jepang doang?
thanks infonya!! super ok!!
kayaknya di jepang doang deh. ga tau juga di negara lain gimana. belum pernah ikutan soalnya.