Dilema Setiap Hari Jumat

August 8th, 2009 Student Life

Waktu sudah menunjukkan pukul 5 pagi. Hari ini hari Jumat, seperti biasa, hari ini aku akan bertemu dengan professor pembimbingku (Prof. Nakayama) untuk melaporkan kemajuan risetku minggu ini. Dan seperti Jumat-Jumat sebelumnya, pekerjaan yang intensif baru dimulai hari sebelumnya. Yang tentu saja itu berarti aku tidak bisa tidur malam ini. Kadang, walaupun jarang sekali, aku kagum kepada diriku sendiri yang bisa melakukan kerja dengan hasil yang ‘gak malu-maluin banget’ dalam waktu yang singkat. Ya itu tadi, cuma satu malam. Lalu aku berpikir, kalau satu malam aja bisa kayak begini, tentu progresnya akan lebih baik lagi kalau aku kerjakan secara intensif selama satu minggu.

Yossh! semangat itu muncul kembali. Aku bertekad untuk lebih giat. Sehabis weekly meeting dengan Sensei, aku akan bekerja lebih keras lagi. Semua masukan-masukan dari Sensei akan aku lakukan, dan Jumat depan aku bertekad memberikan laporan yang lebih solid. Tunggu saja minggu depan, Sensei, batinku.

Meeting yang hanya berlangsung 2 jam itu terasa lama sekali. Padahal awalnya aku yakin bisa menyelesaikan laporan itu dalam 15 menit. Lah cuma dikerjakan satu malam kok. Setiap kali meeting dengan Beliau, aku semakin kagum padanya. Bukan hanya kepintaran dan cara berpikirnya yang logis (kalau itu sih sudah pasti, dosen di Todai gitu loh), tapi kebaikannya yang luar biasa (teman Jepangku bahkan menjulukinya sebagai The Living Budha). Aku sangat yakin beliau mengerti betul kualitas kerjaku itu, tapi toh tidak pernah marah, dan tetap berusaha memotivasi dengan kata-kata yang enak:”Banyak waktu untuk riset itu langka loh, paling cuma bisa sekarang sebelum kerja”, “Ayo, waktunya jangan disia-siakan, sudah mau lulus kan”, dan lain-lain.

Selesai meeting, Beliau selalu memberikan masukan-masukan untuk kerja satu minggu ke depan, kali ini adalah mencari paper lain yang bisa mensupport pekerjaanku minggu ini. Aku kembali ke ruanganku, menarik nafas dalam-dalam, mencoba mengatur ulang apa-apa yang harus aku kerjakan.

Setelah itu, aku mulai mencek apakah ada email baru yang datang. Inilah awal dari semua petaka. Tak puas hanya mencek email di satu account, aku lalu mencek imel di semua imel, melihat ada berita baru apa di antara teman-temanku melalui social network site seperti Friendster, Facebook, dan Mixi. Kemudian semakin parah lagi, aku mulai mencek strip-strip komik baru di www.phdcomics.com, kemudian melihat video-video baru di youtube, nico-nico douga dan lain-lain…. fiuhh.. susah yah jadi mahasiswa yang mandiri.


No Responses to “Dilema Setiap Hari Jumat”

No comments yet


Leave a Reply







XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>