Suka Duka Latihan Kendo

Terdampar di sebuah blogsite tentang Kendo, aku jadi teringat dengan pengalamanku dengan olahraga beladiri yang satu ini (foto di kiri diambil pada saat latihan). Cukup membingungkan memang menentukan apakah Kendo itu olahraga atau bukan. Dalam bahasa jepang “DO” pada kata Kendo berarti “jalan”. Jadi Kendo berarti “jalan menuju pedang”. Semua yang mempunyai huruf “DO” ini juga bermakna seperti itu, seperti: Aikido, Judo, Karatedo, Kyudo, dan lain-lain. Jadi, yang menjadi tujuan dari “DO-DO” ini adalah, pendisiplinan diri, sama seperti pertapa yang sedang bersemedi di atas gunung. Jadi tujuannya bukan untuk menentukan siapa yang kalah dan siapa yang menang seperti yang ada di pertandingan, yang identik dengan olahraga.

Ya sudahlah, biarkan saja masalah di atas, dalam tulisan ini, aku akan menggunakan kata “beladiri” saja untuk mendeskripsikan Kendo. 3 tahun latihan membuatku berhasil mendapatkan Dan 2 (ini buktinya^^v) .

And this is how it began…

Setelah selesai sekolah bahasa Jepang di Tokyo, aku pindah ke satu kota kecil di selatan Jepang bernama Yuge untuk meneruskan pendidikan kejuruan (D3). Hari pertama masuk sekolah, bermula dari ajakan seorang teman Jepang, aku pergi ke Dojo* untuk melihat-lihat. Berbeda dengan sewaktu di kelas, di sini aku disambut ramah. Inilah yang membuatku tidak bisa menolak untuk datang lagi besok harinya, dan besoknya lagi, dan besoknya lagi, sampai tidak terasa sedikit terasa waktu sudah berlalu 3 tahun.

Tentu banyak suka nya ikut klub ini. Dari yang kecil-kecil seperti aku sekarang bisa Seiza* dalam waktu yang lama. Selain itu, aku juga bisa berpergian ke banyak tempat, sebagian besar dalam rangka pertandingan, dengan biaya yang kecil. Sampai ke hal-hal yang cukup signifikan seperti badan menjadi sehat, banyak teman, dan juga merupakan tempat latihan bahasa Jepang. Selain itu, klub ini setiap tahunnya berpartisipasi dalam acara festival sekolah dengan menjual Yaki Soba. Acara-acara seperti ini cukup menyenangkan. Dan yang terakhir, pada saat kelulusan, aku mendapat karangan bunga dari junior-junior di klub^^v.

Tetapi, duka nya lebih banyak lagi. Latihan Kendo di klub ini cukup berat. Minimal 5 kali seminggu, kalau sudah dekat dengan pertandingan, 6 atau bahkan 7 kali seminggu. Biasanya setiap kali latihan 2-3 jam. Setiap orang berpasang-pasangan, lalu bergantian menjadi yang memukul dan yang dipukul. Satu hal yang pasti, dua-dua nya tidak ada yang enak. Yang memukul biasanya lebih cape, dan yang dipukul biasanya sakit. Walaupun ada Bogu* yang melindungi kita, tapi tidak ada jaminan kalau teman kita itu akan memukul di tempat yang ada Bogu nya. Sering juga Shinai* nya menyasar di lengan dan leher. Selain itu, kulit kaki juga sering mengelupas karena sering diseret, dalam Kendo disebut “Suri Ashi“.

Mengingat beratnya latihan Kendo di klub ini, dan entah berapa banyak kali aku ingin berhenti di tengah-tengah, aku cukup bangga dengan diriku sendiri karena bisa tahan sampai akhir, sampai pada saat lulus dari sekolah tersebut. Walaupun aku sempat berjanji pada diriku sendiri untuk tidak akan pernah lagi memasang Bogu lagi^^. Tapi, entah kenapa akhir-akhir ini aku jadi rindu lagi dengan suasana yang dulu. Mungkin kehidupan yang sangat statis dan penuh tekanan seperti saat ini yang membuat perasaan itu. Mou nigetai yo…..T-T

Dojo : Tempat Latihan
Seiza: Duduk bersimpuh
Yaki Soba: Mie goreng
Bogu: Alat pengaman yang dipasang di kepala, tangan, dan dada
Shinai: Pedang bambu

August 8th, 2009 General 1 Comment

Nomura Research Institute, A Leading Think-Tank and System Integrator in Japan

Pengalaman mencari kerja lainnya yang akan aku ceritakan kali ini adalah tentang satu perusahaan IT, Think Tank, dan System Integrator kepunyaan Jepang bernama Nomura Research Institute. Aku tidak akan lebih detail menceritakan perusahaan ini, disamping karena memang kurang tau. Detil tentang perusahaan ini dapat di lihat dari berikut”.

Pertama kali aku mendengar tentang perusahaan ini waktu aku mengunjungi suatu pameran kerja bulan November 2006. Siapa yang sangka, perusahaan ini lah yang akan menjadi tempat bekerja pertamaku.

Entry Sheet dan Tes Tertulis
Seperti kebanyakan perusahaan-perusahaan lain, tahap pertama yang harus dilalui adalah mengisi formulir atau entry sheet yang dapat diakses dari internet. Setelah mengisi formulir ini, aku mendapatkan satu account yang akan dipergunakan untuk informasi-informasi selama proses seleksi. Pada entry sheet ini, kita diharuskan mengisi jenis pekerjaan yang diinginkan. Kalau tidak salah, ada 3 jenis pekerjaan: Consultant, Application Engineer, dan Technical Engineer. Aku mengisi Application Engineer dan Technical Engineer walaupun pada saat itu, aku sendiri tidak mengerti apa beda antara keduanya.

Setelah itu, aku diminta pergi ke Test Center untuk mengikuti tes SPI. Untuk yang sudah pernah mengikuti tes SPI sebelumnya di Test Center, tidak perlu mengikuti tes ini lagi. Hanya saja bagi yang kurang PD dengan nilai tes sebelumnya, lebih baik untuk mengikuti tes ini lagi. Tentu saja dengan persiapan yang lebih matang. Aku sendiri merasa agak lemah dalam tes ini, jadi tidak bisa memberikan tips-tips yang baik.

Wawancara Pertama
Hasil tes tertulis ini diberitahukan lewat telpon dan juga diberitahukan secara tertulis melalui account pribadi kita. Aku sendiri tidak mendapatkan pemberitahuan melalui telpon, tapi melalui account tersebut. Kemudian aku menelpon ke HRD nya untuk mendapatkan jadwal wawancara.

Wawancara yang pertama adalah dengan orang dari bagian HRD. Wawancara yang berlangsung kurang lebih 30 menit ini, hanya menanyakan masalah-masalah general. Kegiatan selain kuliah, minat, apa yang ingin dilakukan kalau masuk perusahaan ini, dan sejenisnya. Aku appeal kepada mereka kalau aku juga tertarik dengan bagian keamanan komputer seperti tema risetku saat ini.

Wawancara Kedua
Aku lulus wawancara pertama dan diminta datang untuk wawancara kedua, dengan jenis pekerjaan Technical Engineer di bagian keamanan komputer, NRI Secure Technologies (NRISecure).

Kali ini yang mewawancarai ada 3 orang dari NRISecure. Ketiga orang itu di kemudian hari baru aku ketahui adalah para “pembesar” (sekelas Bucho) di NRI. Mereka banyak bertanya mengenai teknis mengenai riset yang sedang aku kerjakan dan pengetahuan-pengetahuan tentang Security. Beruntung, salah satu mereka sepertinya kenal dengan Nakayama Sensei, pembimbing akademikku. Sehingga pembicaraan sedikit bisa teralihkan. Pertanyaan yang kurang dapat kujawab adalah pertanyaan tentang servis atau produk mereka. Aku memang sudah mempersiapkan diri sebelumnya dengan melihat homepage tentang NRISecure ini, tapi tentang produk dan servisnya, aku kurang tau juga. Jadilah aku Ngecap sekenanya, yaitu tentang produk mereka mengirim file dengan aman (dikemudian hari aku baru tau namanya CryptoBin). Hehehe..tebakannya benar juga.

Wawancara yang berlangsung kurang lebih 45 menit itu akhirnya berakhir juga. Dengan agak-agak kurang PD, aku pulang dan menunggu hasilnya. Hari berikutnya langsung ditelpon dari HRD NRI mengatakan aku diminta untuk datang wawancara terakhir.

Wawancara Ketiga (Terakhir)
Wawancara terakhir ini dengan bagian HRD lagi, hanya berbeda dengan yang pertama, yang mewawancarai adalah “petinggi” di HRD. Sepertinya wawancara akhir ini hanya formalitas saja, meyakinkan kalau aku ingin benar-benar bekerja di perusahaan ini.

Pengumuman dari wawancara terakhir ini disampaikan melalui telfon 2 (atau 3 yah?) hari berikutnya. Alhamdulillah, diterima. Jadi mulai April 2008, kemungkinan aku bakalan kerja di perusahaan ini. Wish me luck! and for those who want to apply at this company, Good Luck!

August 8th, 2009 General 0 Comment

Job Hunting di IBM Japan

Saya akan menceritakan pengalaman mencari kerja lainnya. Kali ini di perusahaan yang sudah banyak dikenal secara global, IBM. Kalau kita mendengar kata IBM maka yang akan terlintas di benak adalah personal komputer. Walaupun sebenarnya divisi komputer IBM telah dibeli oleh perusahaan Taiwan bernama Lenovo, entah mengapa image personal komputer tetap melekat erat pada perusahaan ini. Tanpa mengenal perusahaan ini lebih dekat, saya mendaftar untuk mengikuti proses seleksi di perusahaan ini. Waktu mendaftar adalah sekitar pertengahan bulan Maret hingga awal April.

Seleksi Dokumen
Seleksi pertama adalah seleksi dokumen. Kita hanya perlu mengisi beberapa pertanyaan singkat mengenai prestasi-prestasi yang pernah kita raih semasa sekolah, alasan mengapa memilih IBM, jenis pekerjaan yang dipilih dan alasan memilih pekerjaan itu. Pada tahap ini, kita diperbolehkan untuk memilih 2 jenis pekerjaan.

Saya lupa berapa persisnya jenis pekerjaan yang ditawarkan untuk fresh graduate. Hanya saja yang saya ingat ada beberapa yaitu:

  • Marketing
  • System Engineer
  • Development Engineer
  • Researcher

Saya memilih System Engineer (SE) karena saya merasa lebih cocok berada di “lapangan” langsung mengaplikasikan teknologi-teknologi yang sudah ada ke dalam sistem untuk mencapai tujuan bisnis tertentu. Dengan masuk ke dalam jenis pekerjaan ini, diharapkan di kemudian hari saya dapat mencapai target menjadi seorang Project Manager yang bertanggung jawab atas pembuatan dan pengaplikasian sistem di perusahaan klien.

Seleksi Tertulis dan TOEIC
Lulus seleksi pertama (sepertinya hampir semua lulus di seleksi pertama), saya kemudian dipanggil untuk mengikuti tes kedua yaitu SPI (psikotes). Tes ini dilakukan di kantor IBM di Tokyo dan Osaka.

Terus terang saja, saya merasa agak lemah dalam bidang ini. Hanya sekitar kurang dari 60% jawaban yang terisi. Awalnya saya merasa pesimis untuk dapat lolos di tahap ini, tapi ternyata saya tetap dipanggil untuk mengikuti tahap berikutnya. Sepertinya bukan berapa jumlah soal yang dikerjakan yang menjadi masalah, tetapi [u]persentase soal yang benar dijawab per semua soal yang dijawab[/u]. Dan ujian ini akan menentukan jenis pekerjaan apa yang akan menjadi pilihan kita di tahap-tahap berikutnya.

Selain SPI, kita juga diharuskan mengikuti TOEIC (Test of English as International Communication). Bagi yang sudah pernah mengikuti tes ini tidak perlu mengikuti tes yang diselenggarakan oleh IBM, cukup mengumpulkan fotokopi kartu skor dari tes sebelumnya. Tes TOEIC yang diselenggarakan oleh IBM sendiri merupakan TOEIC-IP yang merupakan tes lokal. Pihak IBM tidak akan melaporkan berapa skor yang kita peroleh dalam tes tersebut. Karena itu, bagi yang penasaran berapa nilai TOEIC nya, saya sarankan untuk mengikuti tes ini di luar sebelum mendaftar IBM.

Diskusi Grup
Lulus di seleksi tulis, saya dipanggil untuk mengikuti diskusi grup. Pada tes ini, 7-8 orang peserta dimasukkan dalam satu grup untuk memecahkan satu masalah. Pada waktu itu yang menjadi masalah adalah cara menjelaskan rute dari sebuah tempat ke tempat lain. Informasi-informasi, dalam bentuk kartu, yang berguna untuk memecahkan masalah ini dibagi ke semua anggota grup secara terpisah. Setiap anggota grup memegang 5-6 kartu yang tidak boleh diperlihatkan kepada anggota grup lainnya, tapi dia diperbolehkan untuk membacakan isi kartu ini kepada semua anggota grup.

Lagi-lagi grup saya kurang bagus dalam melakukan tugasnya. Kami tidak berhasil membuat peta yang memuaskan. Tetapi sepertinya bukan hasilnya yang dilihat, tetapi dalam proses berdiskusi ini, seberapa aktif kita dan seberapa besar kontribusi kita terhadap kelompok.
Presentasi dan Wawancara
Alhamdulillah, saya lulus lagi di diskusi kelompok. Saya kemudian dipanggil untuk mengikuti tes berikutnya. Sebelumnya, peserta tes diwajibkan untuk menyiapkan maksimal 6 lembar slide powerpoint untuk melakukan 6 menit (kalau tidak salah) presentasi tentang apa-apa yang dilakukan pada masa kuliah.

Daya imajinasi diperlukan oleh orang-orang yang tidak terlalu banyak kegiatan semasa kuliah (seperti saya). Bukan berbohong, tetapi sedikit melebih-lebihkan (membesar-besarkan) apa yang kita kerjakan. Hal-hal yang bisa dinilai secara kuantitatif (berapa besar uang yang diperoleh, berapa besar nilai yang diperoleh, dan lain-lain) sepertinya memberikan nilai tambah dan daya jual tersendiri pada presentasi ini. Hal-hal yang saya tonjolkan pada presentasi ini adalah kemampuan menyelaraskan antara part-time job, sekolah, dan kegiatan berorganisasi (di PPI hiroshima). Untuk bumbu-bumbunya saya menyantumkan banyak kegiatan yang sebenarnya saya ikuti hanya secara kepanitiaan (tidak terjun aktif). Yah, untuk lebih lengkapnya, file yang saya pergunakan untuk tes ini dapat di download di [url=attachs/ibm4thstep.ppt]sini[/url].

Setelah presentasi, 2 interviewer bertanya sekilas tentang isi presentasi dan tentang hal-hal yang kita tulis dalam entry sheet pada tahap seleksi dokumen. Beruntung saya tidak ditanya hal-hal yang sulit dijawab hanya sekitar perencanaan masa depan.

Wawancara Terakhir
Tes terakhir adalah wawancara dengan 2 “pembesar” (Bucho) di IBM Japan. Kedua orang ini berumur sekitar 50 tahun, satu orang dari Human Resource dan satu orang lagi seorang Senior System Engineer. Saya tidak tahu persis apakah ada orang yang gagal di tahap ini, tapi saya merasakan wawancara terakhir ini lebih seperti formalitas untuk bertemu dengan senior-senior di IBM. Wawancara yang kurang lebih 20 menit ini, lebih banyak didominasi oleh para senior untuk menjelaskan apa-apa yang dapat kita raih bila bekerja di perusahaan ini.

Lain-lain
Sebelum ikut proses seleksi saya juga sempat mengikuti salah satu kegiatan pre-seleksi yang diadakan IBM guna memberikan informasi tentang perusahaan tersebut kepada mahasiswa (job-job hunter). Beberapa informasi informal yang saya dapat selama kegiatan tersebut:

  • Bahasa inggris merupakan syarat untuk kenaikan posisi.
  • Banyak karyawan IBM yang berhenti dan masuk ke perusahaan-perusahaan lainnya dengan posisi dan gaji yang lebih baik. Itu menandakan bahwa prestise dan kemampuan karyawan-karyawan IBM diakui oleh banyak pihak.
  • Walaupun ini tergantung divisi kerja kita, tapi secara keseluruhan tidak terlalu banyak lembur.
August 8th, 2009 General 2 Comments

Dilema Setiap Hari Jumat

Waktu sudah menunjukkan pukul 5 pagi. Hari ini hari Jumat, seperti biasa, hari ini aku akan bertemu dengan professor pembimbingku (Prof. Nakayama) untuk melaporkan kemajuan risetku minggu ini. Dan seperti Jumat-Jumat sebelumnya, pekerjaan yang intensif baru dimulai hari sebelumnya. Yang tentu saja itu berarti aku tidak bisa tidur malam ini. Kadang, walaupun jarang sekali, aku kagum kepada diriku sendiri yang bisa melakukan kerja dengan hasil yang ‘gak malu-maluin banget’ dalam waktu yang singkat. Ya itu tadi, cuma satu malam. Lalu aku berpikir, kalau satu malam aja bisa kayak begini, tentu progresnya akan lebih baik lagi kalau aku kerjakan secara intensif selama satu minggu.

Yossh! semangat itu muncul kembali. Aku bertekad untuk lebih giat. Sehabis weekly meeting dengan Sensei, aku akan bekerja lebih keras lagi. Semua masukan-masukan dari Sensei akan aku lakukan, dan Jumat depan aku bertekad memberikan laporan yang lebih solid. Tunggu saja minggu depan, Sensei, batinku.

Meeting yang hanya berlangsung 2 jam itu terasa lama sekali. Padahal awalnya aku yakin bisa menyelesaikan laporan itu dalam 15 menit. Lah cuma dikerjakan satu malam kok. Setiap kali meeting dengan Beliau, aku semakin kagum padanya. Bukan hanya kepintaran dan cara berpikirnya yang logis (kalau itu sih sudah pasti, dosen di Todai gitu loh), tapi kebaikannya yang luar biasa (teman Jepangku bahkan menjulukinya sebagai The Living Budha). Aku sangat yakin beliau mengerti betul kualitas kerjaku itu, tapi toh tidak pernah marah, dan tetap berusaha memotivasi dengan kata-kata yang enak:”Banyak waktu untuk riset itu langka loh, paling cuma bisa sekarang sebelum kerja”, “Ayo, waktunya jangan disia-siakan, sudah mau lulus kan”, dan lain-lain.

Selesai meeting, Beliau selalu memberikan masukan-masukan untuk kerja satu minggu ke depan, kali ini adalah mencari paper lain yang bisa mensupport pekerjaanku minggu ini. Aku kembali ke ruanganku, menarik nafas dalam-dalam, mencoba mengatur ulang apa-apa yang harus aku kerjakan.

Setelah itu, aku mulai mencek apakah ada email baru yang datang. Inilah awal dari semua petaka. Tak puas hanya mencek email di satu account, aku lalu mencek imel di semua imel, melihat ada berita baru apa di antara teman-temanku melalui social network site seperti Friendster, Facebook, dan Mixi. Kemudian semakin parah lagi, aku mulai mencek strip-strip komik baru di www.phdcomics.com, kemudian melihat video-video baru di youtube, nico-nico douga dan lain-lain…. fiuhh.. susah yah jadi mahasiswa yang mandiri.

August 8th, 2009 Student Life 0 Comment