Aku memulai job hunting sekitar bulan desember waktu Master tingkat I. Dibandingkan teman-teman se-angkatan, waktu seperti ini tergolong cepat, di mana teman-teman biasanya baru mulai “bergerak” sekitar bulan februari atau maret. Mungkin ini disebabkan karena sebagian besar teman-teman sudah menentukan bidang apa yang ingin digeluti di dunia kerja nanti. Sedangkan aku sendiri pada saat itu masih bingung, apakah akan tetap terus di bidang IT seperti sekarang, atau lebih ke arah bisnis atau manajemen atau yang lainnya.
Jenis Pekerjaan
Salah satu pengalaman menarik adalah job interview di Google. Untuk fresh graduate ada 2 jenis pekerjaan yang ditawarkan.
- Software Engineer : Tidak perlu dijelaskan lagi, tugas utamanya adalah membuat program.
- Associate Product Manager : Merupakan persiapan untuk menjadi product manager yang bertugas mengatur release suatu produk. Bekerja sama dengan (atau lebih tepat me-manage) para engineer lainnya untuk memenuhi quota suatu produk.
Lebih lengkapnya dapat ditemui di sini .
Seperti perusahaan-perusahaan asing lainnya, rekrutmen karyawan di Google tergolong cepat. Pendaftaran diadakan sepanjang bulan Januari dengan . Dan hanya yang lulus seleksi dokumen ini saja yang kemudian dipanggil untuk proses seleksi berikutnya, yaitu wawancara. Seleksi dokumen ini bisa dikatakan sangat ketat, terlebih lagi untuk jenis pekerjaan Software Engineer yang memang merupakan lambang dari Google itu sendiri.
Aku memilih Associate Product Manager karena aku merasa akan dapat lebih belajar, tidak hanya mengenai komputer, tapi juga mengenai bisnis dan manajemen. Selain itu kemampuan berkomunikasi akan lebih meningkat pesat karena seorang Product Manager akan sering melakukan komunikasi tidak hanya dengan para engineer di group nya, tapi juga dengan engineer lainnya di Google pusat yang berlokasi di Amerika.
Seleksi Dokumen
Singkat kata, aku mengirimkan CV dan sebuah essay singkat (sebagai referensi essay yang aku kirim dapat dilihat di sini) yang merupakan persyaratan untuk mendaftar pekerjaan tersebut. Alhamdulillah, aku lulus seleksi dokumen ini dan dipanggil untuk maju ke babak selanjutnya. Sebelum masuk ke proses seleksi, semua siswa yang sudah lulus seleksi dokumen dipanggil (walaupun sebenarnya tidak wajib datang) untuk mendapatkan pengenalan lebih lanjut mengenai perusahaan ini. Pada tanggal 24 februari 2007, aku pergi ke kantor Google yang berlokasi di Shibuya. Hampir sekitar 80 orang siswa datang di sesi ini, dan sekitar 15 orang di antaranya merupakan sainganku untuk pekerjaan Associate Product Manager. Oh iya, sebagai saran, untuk yang juga akan menghadiri sesi serupa di Google, sebaiknya datanglah dengan memakai baju biasa (bukan jas). Dan bukan hanya sesi perkenalan seperti ini, semua proses seleksi, seperti wawancara pun sebaiknya memakai baju biasa.
Wawancara I
Seminggu berikutnya karyawan Google menginformasikan tentang wawancara dijadwalkan pada tanggal 9 Maret 2007. Pada tahapan wawancara pertama ini, aku bertemu dengan 2 orang Product Manager di Google secara terpisah. Masing-masing melakukan wawancara selama 30 menit. Interviewer pertama menggunakan bahasa inggris, dan Interviewer kedua menggunakan bahasa jepang. Di samping perkenalan diri, jenis-jenis pertanyaannya di kedua wawancara ini sedikit berbeda.
Di wawancara pertama (yang menggunakan bahasa Inggris), aku dimintai pendapat tentang produk seperti apa yang cocok untuk konsumen yang menggunakan handphone, seperti apa user interface yang menarik untuk merealisasikan produk ini, bagaimana cara mendapatkan data yang diperlukan, dan lain-lain. Kalau ingatanku masih baik, jawabanku adalah menghubungkan GPS dengan keyword yang dimasukkan oleh user. Misalnya si A sekarang sedang berada di Shibuya lalu memasukkan “終電” (jadwal kereta terakhir) melalui Google, A akan langsung mendapatkan jam terakhir kereta yang berangkat dari stasiun Shibuya. Inti jawabannya hanya demikian, tapi Interviewer sangat mendukung kita untuk terus mengeluarkan ide dengan pertanyaan-pertanyaan interaktif. Seolah-olah bukan sedang mengikuti wawancara, tapi seperti sedang benar-benar merencanakan pembuatan produk tersebut. Aku pribadi cukup puas dengan hasil jawabanku pada saat itu. Entah mengapa, aku menjadi lebih “cemerlang”.
Di wawancara kedua (yang menggunakan bahasa Jepang), aku ditanya mengenai riset yang sedang aku kerjakan. Walau sebenarnya risetku pada saat itu belum benar-benar fokus, aku rasa aku menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai riset ini dengan cukup baik. Lalu dilanjutkan dengan pertanyaan mengenai pengetahuanku tentang produk-produk Google, produk favoritku, dan ide apakah yang kita punya untuk mengembangkan produk tersebut. Aku menjawab “Google Desktop” dan si pewawancara langsung mengatakan bahwa beliau sendiri turut serta dalam pengembangan produk itu. Untung aku sudah menyiapkan jawaban untuk pertanyaan ini.
Pertanyaan terakhir dari pewawancara kedua ini adalah pertanyaan logika. “Berapa banyak paket HTTP yang terjadi di Jepang selama satu hari”, demikian pertanyaannya. Aku pernah beberapa kali membaca buku tentang jenis pertanyaan-pertanyaan seperti ini, karena itu aku menjawab saja dengan penuh percaya diri; penduduk Jepang sekian, persentase pengguna internet sekian, satu hari rata-rata penggunaan internet sekian jam, untuk membaca satu halaman web diperlukan sekian menit, dan seterusnya. Satu hal yang aku lupa, aku menganggap satu halaman web itu satu paket HTTP. Padahal sebagai seorang mahasiswa di bidang komputer, aku harusnya memberikan penjelasan tambahan bahwa satu paket HTTP itu sekian byte, dan rata-rata satu halaman web itu memerlukan sekian paket. Mungkin pewawancara juga mengharapkan jawaban yang sama.
Wawancara II
2 hari kemudian, karyawan Google menghubungiku kembali untuk melanjutkan proses seleksi. Aku berhasil maju ke babak selanjutnya.Yay!
Wawancara II dilaksanakan seminggu berikutnya, pada tanggal 15 Maret 2007. Aku bertemu dengan seorang Product Manager senior. Wawancara ini dilakukan dalam bahasa Jepang selama kurang lebih 50 menit. Pertanyaan-pertanyaannya gabungan antara pertanyaan-pertanyaan dari 2 pewawancara sebelumnya. Yang aku masih ingat antara lain: Metode apakah yang sebaiknya dilakukan Google untuk dapat mengalahkan Yahoo di bidang search engine untuk mobile device, Di samping itu aku juga mendapatkan pertanyaan-pertanyaan teknis: bagaimana cara kerja search engine, pengetahuan di bidang character code, dan satu lagi membuat program internationalization dari program sederhana seperti program yang menampilkan “hello world” dengan berbagai bahaasa sesuai dengan environment dari sistem operasi.
Dari 3 pertanyaan teknis tersebut, hanya cara kerja search engine yang aku rasa aku dapat jawab dengan baik. Untuk pertanyaan kedua, pada saat itu aku bahkan tidak tahu apa hubungan antara UTF-8 dengan Unicode. Dan pertanyaan terakhir, aku hanya mengemukakan ide tentang membuat file terpisah dari program dengan format seperti di bawah.
LANG_PARAM,"TEXT"
Untuk contoh di atas misalnya:
EN,"Hello World" JP,"こんにちは世界" INA,"Halo Dunia" ...
Lalu program mencocokkan parameter di sistem operasi dengan salah satu yang ada di file tersebut dan menampilkan kata di sebelahnya. Sepertinya program seperti itu sederhana, hanya saja waktu itu aku sangat gugup sehingga tidak dapat menyelesaikan program tersebut dengan baik.
Lalu pertanyaan terakhir adalah pertanyaan logika (lagi). Kali ini pertanyaannya adalah berapakah jumlah mobil yang ada di Jepang. Seperti biasa aku menjawab melalui pendekatan jumlah penduduk, jumlah keluarga, dan rata-rata satu keluarga dengan satu mobil. Dan lagi-lagi di sini aku lupa mengenai mobil diluar mobil keluarga, seperti bus-bus dan mobil-mobil perusahaan. Satu kesalahan fatal (sepertinya). Kurang puas dengan pendekatan jumlah penduduk, pewawancara memintaku untuk memikirkan jawaban dengan pendekatan lain. Sambil gugup, aku menjawab dengan pendekatan perusahaan pembuat mobil seperti Toyota, Honda, Nissan, Mazda, dan lain-lain, setiap tahunnya membuat sekian jumlah mobil untuk pasar Jepang. Lalu tiap orang, mengganti mobil sekian tahun sekali, sehingga rata-rata per-tahun ada sekian jumlah mobil di Jepang. Hmm… sepertinya bukan suatu pendekatan yang baik, bukan?
Dan seperti yang sudah diduga, aku tidak dapat maju ke tahap selanjutnya, yaitu wawancara dengan satu atau dua orang Product Manager dari Google pusat.
Saran-Saran
Untuk yang ingin mencoba tes di Google, berikut saran-saran yang mungkin baik untuk dilakukan:
- Sedini mungkin mengenal produk-produk Google, dan memikirkan beberapa ide yang original untuk pengembangan produk tersebut. Tidak perlu khawatir ide ini tidak dapat diimplementasikan atau tidak, yang mereka nilai adalah kemampuan berpikir saja kok.
- Persiapkan pengetahuan-pengetahuan umum di bidang internet, search engine, web programming, dan sejenisnya.
- Santai waktu menjalani wawancara, gugup menandakan kita kurang percaya diri dan kurang tahan terhadap tekanan yang merupakan nilai minus terhadap kita.
- Persiapkan pertanyaan-pertanyaan yang berbobot dan kritis untuk ditanyakan di setiap wawancara, karena di setiap akhir sesi wawancara, kita akan diberikan waktu untuk bertanya.
- Well, good luck then!










test komen…
wah semoga sukses ya mas wawancara nya, dan bisa di terma kerja d google:)